bloger

30 September 2011

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis pasar saham Indonesia tetap aman menghadapi krisis di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Fundamental ekonomi makro yang baik diyakini mampu menahan kejatuhan indeks harga saham.

“Sewaktu indeks dua kali jatuh turun 9 poin dan 5 poin beberapa waktu lalu, kami mengundang para analis untuk membahas apa yang akan terjadi di pasar saham. Hasilnya, bursa kita dinilai aman karena ekonomi Indonesia baik makro maupun mikro dinilai bagus,” ujar Direktur BEI, Supandi, seusai acara “Forum Investor” di Hotel Hilton Bandung, Rabu (28/9) malam.

Supandi juga optimistis krisis yang terjadi di Eropa dan AS tidak akan memengaruhi pencapaian target perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO). Tahun ini, pihaknya menargetkan ada penambahan 25 perusahaan yang listing di bursa.

Sampai bulan September 2011, sudah 15 emiten (perusahaan yang go public) dari target 25 perusahaan yang sudah masuk ke bursa efek. Sehingga saat ini, emiten yang ada di BEI jumlahnya mencapai 432 emiten. Sisa 10 perusahaan lagi diyakini Supandi akan menyusul sebelum akhir tahun ini.

“Kondisi pasar masih terpengaruh sentimen krisis Eropa dan AS, sehingga perusahaan yang berencana IPO jadi berpikir dulu. Takut saham mereka yang dijual ke publik tidak terserap pasar,” katanya.

Menyinggung kepemilikan investor asing di bursa Indonesia, Supandi mengakui, sampai saat ini masih menjadi pemilik mayoritas. Namun, dari waktu ke waktu komposisinya terus berkurang. Saat ini kepemilikan investor asing tinggal 58 persen. Meskipun demikian, dalam transaksi harian, antara investor loka) dan investor asing nilainya sudah berimbang, 5050.

Yunani dibantu

Sementara itu. Branch Manager PT Trimegah Securities Tbk. Bandung Asep Saepudin mengatakan, berkaitan dengan krisis di Eropa saat ini sudah mulai ada titik terang karena sudah ada solusi untuk membantu menangani utang-utang Yunani (yang menjadi pendorong krisis di Eropa).

“Negara-negara Uni Eropa akan membentuk lembaga keuangan yang akan menerbitkan obligasi untuk menangani utang-utang Yunani Tinggal menunggu keputusan Jerman pada hari Jumat (30/9), bersedia atau tidaknya menjadi penjamin obligasi tersebut,” katanya.

Berkaitan dengan masalah AS, Asep mengatakan, untuk pelaku pasar saham permasalahan ekonomi AS tidak dianggap sebagai krisis, tetapi hanya sebagai perlambatan ekonomi sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan bagi investor di bursa.

Masalah ekonomi AS berbeda dengan masalah Yunani yang dinilai sangat serius, dengan utangnya ke berbagai perusahaan dan negara di Eropa, dinilai sudah menempatkan perekonomian Eropa menjadi rentan terhadap krisis ekonomi. Tapi saya kira, jika Jerman menyetujui untuk menjadi penjamin obligasi, perdagangan di bursa efek akan kembali bergairah,” katanya. (A-135)***
http://www.bumn.go.id/category/bulletin/

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
Bookmarks